Home / Berita / Straight News / Intercultural Communication: Kunci Mahasiswa Hadapi Tantangan Dinamika Budaya Global

Intercultural Communication: Kunci Mahasiswa Hadapi Tantangan Dinamika Budaya Global

Padang, 3 Oktober 2025 – Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Padang (UNP) kembali menggelar kegiatan International Team Teaching bertema “Intercultural Communication: Perception, Stereotype, and Prejudice” pada Jumat,(3/10). Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian pembelajaran kolaboratif internasional yang bertujuan memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai dinamika komunikasi lintas budaya.

Sesi ini menghadirkan narasumber dari Taylor’s University Malaysia, Wan Puspa Melati Wan Halim, yang memaparkan pentingnya mengenali dan mengatasi stereotip serta prasangka dalam berbagai interaksi budaya.

“Ketika Anda memahami konsep stereotip perseptual, bandingkan hal-hal yang Anda lihat sekarang dengan apa yang sedang terjadi di dunia saat ini. Ada begitu banyak hal yang saling berkaitan,”ujar Melati.

Melati juga menjelaskan bahwa proses persepsi terdiri dari tiga tahap, yaitu bagaimana seseorang memilih informasi, mengorganisasikannya, dan menafsirkannya. Proses tersebut sangat dipengaruhi oleh faktor budaya, pengalaman, gender, serta etnisitas, yang semuanya membentuk cara pandang individu terhadap sesuatu.

Sementara itu, stereotip muncul ketika seseorang menyederhanakan kelompok tertentu dengan menganggap seluruh anggotanya memiliki karakteristik yang sama, padahal kenyataannya bisa sangat beragam.Selama diskusi interaktif melalui Zoom, Melati menjelaskan “Bagi mahasiswa komunikasi, hal ini sangat penting karena kata-kata kalian memiliki bobot besar di media. Tidak peduli di platform apa pun atau peran apa pun yang kalian jalankan. Misalnya, ketika kalian menangani komunikasi krisis, jika memiliki stereotip, hal itu dapat menjadi masalah dalam tulisan, analisis, komunikasi, maupun saran kebijakan kalian,” ujarnya.

Hal ini menjadi pengingat penting bagi mahasiswa agar selalu berhati-hati dan kritis dalam menyajikan informasi, sehingga tidak menimbulkan bias atau diskriminasi.

Kegiatan ini diharapkan mampu memperkaya wawasan mahasiswa melalui kolaborasi internasional yang dapat meningkatkan kualitas komunikasi mereka, serta mendukung para mahasiswa menjadi komunikator yang lebih kritis dan sensitif terhadap keberagaman budaya.

(Reporter: Viola Destriyani Syara)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *