
Padang, 20 November 2025 – Telkom Indonesia bersama Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar kegiatan puncak Telkom AI Space x UNP: Responsible AI for Responsible Future pada Kamis, (20/11), pukul 13.00 WIB di Telkom AI Center Padang. Pada sesi tatap muka ini, Telkom menghadirkan pemateri Himawan Adi P., Data Science and AI Planning & Performance Specialist Telkom Indonesia, yang memaparkan aplikasi kecerdasan buatan (AI) di berbagai lini bisnis perusahaan.
Kegiatan ini menjadi rangkaian akhir dari program yang telah berlangsung selama tiga hari. Dua hari pertama diisi dengan online bootcamp pada 14–15 November 2025 melalui Zoom. Dari ratusan pendaftar, hanya peserta terpilih yang kemudian mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Summit Day secara langsung di Telkom AI Center Padang. Program ini disusun untuk memberikan pengalaman belajar berbasis praktik sekaligus membekali mahasiswa dan alumni UNP dengan wawasan tentang pemanfaatan AI secara etis dan bertanggung jawab di industri telekomunikasi.
Acara diawali dengan sambutan Wakil Rektor II UNP, Prof. Dr. Ir. Remon Lapisa, S.T., M.T., M.Sc., dan General Manager Telkom Mitra Sumbar, Muhammad Ihsan, yang menyoroti pentingnya menciptakan sumber daya digital yang mampu mengikuti perkembangan teknologi. Menurutnya, kolaborasi ini membuka ruang bagi mahasiswa dan alumni untuk mengembangkan kompetensi digital melalui komunitas yang terstruktur.
“Membangun ekosistem dan transformasi digital yang beretika dengan membentuk chapter club digital class of internship Telkom di UNP sebagai komunitas perkembangan skill digital yang bisa diikuti oleh mahasiswa dan alumni UNP serta berkesempatan untuk menjadi talent di Telkom,” ujar Ihsan.
Memasuki sesi pemaparan, Himawan Adi P. menjelaskan bagaimana Telkom mengintegrasikan AI untuk meningkatkan efisiensi operasional, pengambilan keputusan berbasis data, serta menciptakan nilai sosial.
“Kita menggunakan dan mengembangkan AI bukan hanya untuk terlihat canggih, tapi dengan tujuan impact operational dan social benefit,” jelasnya.
Selain membahas strategi implementasi, Himawan juga menekankan aspek etika sebagai fondasi utama dalam penggunaan teknologi. Ia menyampaikan bahwa rendahnya literasi digital dapat membuka peluang penyalahgunaan AI.
“Jika tidak beretika literasi digital maka akan menyalahgunakan AI,” katanya.
Dalam sesi yang sama, ia menyampaikan pentingnya kemampuan teknis untuk mengendalikan kualitas keluaran model kecerdasan buatan.
“Harus mempunyai ilmu untuk mengontrol AI dengan skill prompt engineering agar output lebih baik dari yang biasa,” tambahnya.
Peserta kemudian mengikuti sesi praktik langsung (hands-on session) yang dirancang untuk menerapkan konsep yang telah dipelajari. Pada tahap ini, peserta mencoba berbagai fitur AI dan memahami cara kerjanya melalui studi kasus sederhana. Sesi tersebut juga memperkenalkan BigBox AI, platform Telkom yang memproses data dalam jumlah besar untuk menghasilkan wawasan bisnis berbasis analitik.
Melalui kegiatan ini, Telkom Indonesia dan UNP berharap dapat memperluas kesempatan pengembangan keterampilan digital bagi mahasiswa dan alumni, sekaligus mendorong pemahaman yang lebih kuat mengenai penggunaan AI yang aman, etis, dan berdampak.
(Reporter: Vania Qurratul)







