Home / Berita / Straight News / Bootcom: Wadah Pengembangan Diri Untuk Mencapai Masa Depan

Bootcom: Wadah Pengembangan Diri Untuk Mencapai Masa Depan

Padang, 5 Oktober 2025  – Pada Sabtu (5/10) diadakannya Townhall Meeting Reboot Communication (Bootcom) oleh prodi Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Padang. Acara ini diadakan sebagai masa Pengenalan Kehidupan bagi Mahasiswa Baru pada ruang lingkup prodi, yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa baru Ilmu Komunikasi. Mahasiswa baru diperkenalkan dengan peminatan di Ilmu Komunikasi dengan menghadirkan para ahli dibidangnya, mahasiswa juga diperkenalkan dengan wadah pengembangan minat dan bakat di Ilmu Komunikasi.

Yang pertama, ada study club POV (Presenting, Oration, and Voice Over), di study club ini tidak mempelajari teori saja tetapi juga praktik komunikasi, “Agar menjadi komunikator yang efektif dan percaya diri”, ucap Alifah sebagai perwakilan study club POV. Aktivitas yang dilakukan oleh study club POV, yang pertama, pelatihan public speaking; yang kedua konsultasi dan bedah naskah, ketika menjadi presenter, pembawa dibutuhkan naskah yang diproses pada tahap ini; yang terakhir, mengikuti lomba. “Dosen pembina study club POV adalah ibu Evelynd”, tutur Alifah, yang memiliki banyak pengalaman di bidang presenting, pembawa acara, moderator, hingga menjadi juri pada speech contest.

Yang kedua, ada study club Sorai, yaitu ruang belajar bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi yang tertarik dengan bidang jurnalistik. “Kita membuka ruang diskusi dan praktik-praktik jurnalistik”, ucap Yola sebagai perwakilan study club Sorai, yang membahas isu-isu terkini yang sedang terjadi. Study club ini telah menerbitkan sebuah zine pada tanggal 12 Desember 2024, Sorai sendiri sedang merancang website dengan alamat soraimedia.com. Study club ini juga mewadahi untuk orang yang memiliki sebuah tulisan berita, puisi, cerpen ataupun sajak-sajak. Tulisan anggota Sorai sendiri telah terbit di media cetak, yaitu koran Padang Ekspress tidak hanya media cetak bahkan juga terbit di media online Sumbar Kita dan Scientia.

Yang ketiga, ada study club REACT (Research Emerging Art and Communication Trend), study club ini mewadahi minat dan bakat pada penulisan ilmiah, seperti artikel essay dan sebagainya. Study club ini meneliti komunikasi saat ini baik mengenai sosial, politik, ekonomi yang berhubungan dengan komunikasi atupun seni. Tujuan React terbukanya ruang diskusi yang luas mengenai pendidikan, sosial, ekonomi, bahkan politik yang dibahas pada podcast React, yaitu podcast Julit (Jumat Literasi). “Mentor yang membimbing kami dalam penulisan karya ilmiah, ada Buk Annisa Citra Triyandara dan Buk Sri Oktika Amran” ujar Vina perwakilan study club REACT.

Yang keempat, ada study club FRAME + (Focus, Reflection, Art, Motion, Expression Plus Innovation and Collaboration) hadir untuk mewadahi dalam mempelajari bidang sinematografi dan fotografi. “Alasan hadirnya study club ini karena teman lit dari angkatan 23 dan 24 sudah banyak menghasilkan karya”, ujar Aura perwakilan study club Frame +, karya ini berupa film dokumenter dan film pendek. “Mentor dari study club FRAME + adalah Bapak David Hendra” ucap Aura, yang memiliki pengalaman dalam pembuatan iklan maupun film pendek. “Pak David juga pernah berkontribusi dalam salah satu idol idol grup ternama di Indonesia, yaitu JKT 46”, ucap Raffi serta “Kak David juga ikut andil dalam pembuatan iklan Pocari Sweat”. Yang didapatkan dari study club ini, mendapatkan team work, responsibility, time management serta kemampuan di bidang sinematografi, fotografi, dan video editing.

Yang kelima, ada media officer (MO) merupakan tim kreatif dibalik konten prodi Ilmu Komunikasi, MO membuat konten agar segala informasi terkait Ilmu Komunikasi dapat diketahui.  Media officer dapat menjadi wadah untuk mempelajari mengenai media kreatif, dengan pengalaman dari MO dapat menjadi social media specialist, konten creator, project manager, serta KOL specialist. Anggota MO sendiri sudah ada yang magang, part time, hingga kerja di media kreatif meliputi Syne, Alter Studio, Cidigo, Uin Qwerty, Queen Studio, dan LIA.

Wadah – wadah tersebut dapat digunakan oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi untuk mengembangkan minat dan bakatnya di berbagai bidang. Mahasiswa yang telah bergabung di wadah-wadah tersebut telah menghasilkan karya berupa tulisan, video, foto, dan audio, hingga mereka dapat mencapai prestasi di sebuah perlombaan. Mahasiswa juga akan memiliki kemampuan dan pengalaman yang dibutuhkan di dunia kerja, serta dapat menjadi CV mahasiswa itu sendiri. 

(Reporter: Muhammad Hanif Aziz)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *