
Padang, 17 Oktober 2025 – Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar kuliah umum bertajuk “Jurnalisme dan Lingkungan: Optimalisasi Tools, Eksplorasi Data” pada Jumat Pagi (17/10), di Laboratorium Sumber Belajar, Departemen Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial UNP.
Kegiatan ini menghadirkan Abdus Somad, jurnalis investigasi Jaring.id sekaligus penerima hibah dari Pulitzer Center, sebagai narasumber utama.
Kuliah umum ini diwajibkan bagi mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Jurnalisme Lingkungan dan Jurnalisme Digital, namun juga terbuka untuk seluruh mahasiswa Ilmu Komunikasi. Kegiatan dibuka oleh Ayu Adriyani, S.Sos., M.Sc., dosen pengampu mata kuliah Jurnalisme Lingkungan, yang menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam dunia jurnalistik.
“Kita akan fokus mengeksplorasi berbagai tools dan perangkat AI. Kalau selama ini banyak yang takut AI akan menyingkirkan profesi jurnalis, hari ini kita justru belajar bagaimana menjadikannya alat bantu yang memperkuat kerja jurnalistik ke depan,”ujar Ayu dalam sambutan pembuka.
Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan berbagai tools dan metode penggalian data yang digunakan dalam jurnalisme lingkungan, sekaligus mengenalkan platform multimedia untuk penyebaran isu publik.
Dalam sesi pemaparannya, Abdus Somad menjelaskan peran penting jurnalisme dalam mengungkap kejahatan publik yang merugikan masyarakat maupun negara.
“Jurnalisme memiliki tujuan untuk membongkar hal-hal yang merugikan masyarakat dan negara, mulai dari kasus korupsi hingga kebijakan publik yang tidak berpihak, seperti persoalan UKT,”jelasnya.
Ia juga memperkenalkan sejumlah metode investigasi data, seperti Money Trail (penelusuran jejak uang), People Trail (jejak orang), Document Trail (jejak dokumen), OSINT Trail (Open Source Intelligence), serta pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam peliputan.
Antusiasme peserta meningkat saat sesi praktik dimulai. Mahasiswa berkesempatan mencoba langsung berbagai tools investigasi digital, di antaranya LHKPN, PEP Checker, LHP BPK, Flightradar24, Google Earth, dan Copernicus Browser, yang dapat membantu jurnalis menelusuri jejak digital serta mengakses sumber data publik.Abdus juga mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan dan memperluas jaringan profesional.
“Pulitzer sangat membantu jurnalis untuk berkembang. Program ini bisa menjadi koneksi penting bagi teman-teman yang ingin mengeksplorasi kemampuan dan menghasilkan karya jurnalistik yang lebih mendalam,”tambahnya.
Salah satu peserta, Muhammad Hanif Aziz, mahasiswa semester lima, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan banyak wawasan baru.
“Materinya sangat relevan di tengah perkembangan teknologi. Kami jadi tahu cara menggunakan teknologi untuk mendukung proses peliputan berita, dan pengalaman narasumber benar-benar membuka wawasan kami,”ungkapnya.
Kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif dan foto bersama. Kuliah umum ini menjadi bekal awal bagi mahasiswa mata kuliah Jurnalisme Lingkungan untuk melaksanakan proyek Project-Based Learning (PjBL) di lapangan.
(Reporter: Vania Qurratul)







