Home / Berita / Straight News / Foto Bukan Sekedar Gambar

Foto Bukan Sekedar Gambar

Padang, 15 Oktober 2025 –  Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar kuliah bersama dosen tamu dengan judul “Beyond the Lens: Membedah Foto Dokumenter dan Foto Esai dalam Jurnalistik”. Pada Rabu Siang (15/10), yang diselenggarakan secara Daring melalui zoom.

Menghadirkan Azizah Diah Apriliyah yang kerap dipanggil Zizi, seorang photografer yang telah banyak menghasilkan banyak karya berupa foto, film, buku dan zine, bahkan karyanya sudah dipamerkan di Australia. Kuliah ini dilaksanakan pada mata kuliah Foto Jurnalistik yang dihadiri mahasiswa Ilmu Komunikasi khususnya mahasiswa peminatan Jurnalistik.

Kegiatan ini bertujuan agar mahasiswa mengetahui mengenai foto dokumenter dan foto esai dalam kerangka Jurnalistik. Pada pemaparan materi dikatakan bahwa terdapat batas yang tipis antara foto biasa dan foto jurnalistik, yang menjadi pembeda ialah konteks penerapannya dan nilai. Foto jurnalistik digunakan pada berita, nilainya berisikan isu sosial, politik, budaya, dan sebagainya. “Karena kita sebagai jurnalis memiliki target audiens, yaitu publik secara luas” ucap Zizi.

Zizi mengungkapkan ada tiga komponen pada foto cerita, pertama narasi, kedua pendekatan visual, dan yang ketiga subjek/objek representasi. Narasi menjadi awalan penting dalam foto cerita, ada sebuah subjek berupa manusia, hewan, peristiwa, atau bangunan yang akan disorot dan ceritakan. Pada proses pembuatan cerita dibutuhkan riset yang menghasilkan narasi yang akan disampaikan dan artistiknya, pada jurnal, buku, karya seni. 

Tahap pendekatan visual dan subjek/objek representasi dilakukan setelah isu ditemukan, kedua komponen ini saling berkaitan. Pada praktiknya pendekatan visual memiliki banyak jenis, dalam memilih pendekatan yang akan digunakan harus memperhatikan subjek, narasi, dan pemaknaan gambar yang sesuai dengan tujuan.

Di luar foto ada etika dan prinsip mengambil foto, “tidak ada cerita yang lebih penting daripada haknya seseorang”, ungkap Zizi. Jadi harus meminta izin terlebih dahulu kepada orang yang akan difoto, tetapi ada saatnya ketika memotret tidak sempat untuk meminta izin, kita harus mengedepankan publik. 

Setelah sesi materi ada sesi pertanyaan, Akbar mahasiswa Jurnalistik menanyakan “Pada permasalahan kami ketika membuat konsep ide, setelah turun kelapangan kami mendapati foto yang didapatkan tidak sesuai dengan yang kami inginkan kadang berbeda”. Zizi mengungkap bahwa ia juga sering menghadapi hal itu, pada kehidupan sosial perubahan itu sering terjadi “beban-beban sesuai rencana itu harus dilepaskan, karena pra riset itu masih berupa dugaan”, tegas Zizi. 

Ketidaksesuaian rencana dapat melatih kepekaan dalam mengambil gambar, karena kita berpikir secara cepat berfikir hal yang akan dipotret. Kegiatan ini ditutup oleh Novia Amirah Azmi sebagai dosen pengampu mata kuliah Foto Jurnalistik.

(Reporter: Muhammad Hanif Aziz)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *