
Padang, 22 Oktober 2025 – Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar kuliah virtual bertajuk “Memotret Lingkungan: Dari Isu hingga Metode Kontemporer” sesi tiga, pada Rabu, (22/10). Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa mata kuliah Jurnalisme Lingkungan, dan menghadirkan dua jurnalis dari BBC News yang juga merupakan penerima hibah dari Pulitzer Center, yakni Aghnia Adzkia dan Efulya, dengan dukungan dari tim Pulitzer Center Indonesia.
Dalam sesi ini, Aghnia Adzkia, Asia Pacific Visual and Data Journalist di BBC News, berbagi pengalaman tentang bagaimana data dan teknologi dapat membantu jurnalis memahami serta menarasikan isu lingkungan secara lebih akurat dan menarik.
“Ilmu yang saya bagikan ini justru saya dapat dari komunitas, bukan dari bangku kuliah. Saya belajar langsung bersama jurnalis data, data scientist, dan statistician untuk memahami bagaimana data bisa menceritakan lingkungan dengan jujur dan bermakna,”ujarnya.
Aghnia menekankan pentingnya data-driven journalism dalam liputan lingkungan, terutama ketika isu seperti deforestasi, kebakaran hutan, atau tambang ilegal membutuhkan validasi berbasis data spasial. Ia bahkan menunjukkan praktik pemetaan deforestasi di Sumatera Barat menggunakan Nusantara Atlas dan Kijis Tools untuk membantu mahasiswa memahami keterkaitan antara visualisasi dan fakta lapangan.
Sementara itu, Efulya, jurnalis BBC sekaligus penerima hibah dari Pulitzer Center, menceritakan pengalamannya meliput isu ekosida di wilayah Pantura, yang dikerjakannya melalui riset dan pelaporan lapangan selama hampir satu tahun.
“Liputan lingkungan tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Kita perlu riset mendalam, memverifikasi data dari berbagai sumber, dan memahami dampak jangka panjangnya. Jurnalisme lingkungan bukan hanya tentang bencana, tapi tentang keberlanjutan hidup manusia,”ungkapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kejelian jurnalis dalam membedakan antara dampak perubahan iklim global dan faktor-faktor lokal yang disebabkan oleh aktivitas manusia.
“Kita harus bisa melihat dengan jernih apakah banjir dan tenggelamnya pantai ini akibat alam atau karena kesalahan manusia sendiri,”tambahnya.Perwakilan dari Pulitzer Center, Grenti, menyampaikan apresiasi terhadap antusiasme mahasiswa UNP dalam mengikuti sesi ini. Ia menilai bahwa kolaborasi antara universitas dan lembaga jurnalisme global seperti Pulitzer Center dapat membuka wawasan mahasiswa terhadap praktik jurnalisme berbasis data dan keadilan ekologis.
Melalui kuliah virtual ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNP, khususnya peserta mata kuliah Jurnalisme Lingkungan, memperoleh banyak wawasan tentang bagaimana isu lingkungan dapat dipotret melalui lensa jurnalisme, sekaligus memahami sejauh mana perspektif lingkungan perlu dihadirkan dalam setiap aktivitas komunikasi yang mereka lakukan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kuliah tematik yang digagas oleh Program Studi Ilmu Komunikasi UNP bersama Pulitzer Center, yang berkomitmen menumbuhkan kesadaran kritis dan tanggung jawab sosial mahasiswa terhadap isu keberlanjutan lingkungan.
(Reporter: Vania Qurratul)







