
Padang, 17 September 2025 – Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Padang (UNP) kembali menghadirkan sesi khusus pada mata kuliah Foto Jurnalistik dengan mendatangkan dosen praktisi untuk membahas tema “Etika Pewarta Foto dan Aspek Legal (Hak Cipta, Lisensi, dan Penggunaan Foto di Media Massa)”.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (17/9), di Laboratorium Media Pembelajaran, Lantai 3 Gedung B Fakultas Ilmu Sosial (FIS). Sesi tersebut dipandu oleh salah satu dosen Ilmu Komunikasi, Novia Amirah Azmi, dengan menghadirkan dua narasumber, yakni Arief Pribadi, Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Padang sekaligus praktisi jurnalistik foto di wilayah Sumatera Barat, serta Ade Yuandha, freelance photojournalist di organisasi PFI Padang.
Dalam perkuliahan ini, mahasiswa diajak untuk memahami pentingnya etika dalam pengambilan dan publikasi foto jurnalistik, serta mengenal aspek legal seperti hak cipta dan lisensi yang harus diperhatikan oleh pewarta foto saat karya mereka digunakan di media massa.
“Tugas utama pewarta foto adalah menjaga hak masyarakat untuk mendapatkan informasi visual yang benar. Oleh karena itu, foto yang dihasilkan harus memberikan bukti, meyakinkan, sekaligus menyentuh emosi pembaca tanpa mengabaikan hak cipta dan kepemilikan karya,”tegas Ade dalam pemaparannya.
Sesi ini menjadi interaktif ketika salah satu mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2023, Akbar, mengajukan pertanyaan mengenai pengalaman pertamanya saat meliput aksi demonstrasi di Padang pada bulan September lalu.
“Bagaimana teknik mengambil foto yang tepat saat meliput aksi demonstrasi, mengingat suasana yang sangat ramai sehingga sulit mendapatkan momen yang sesuai, dan terkadang ada juga yang sengaja menghalangi proses pengambilan gambar?” tanya Akbar dalam diskusi yang berlangsung aktif Menanggapi hal tersebut, Arief memberikan penjelasan praktis.
“Jika ingin meliput demo, sebaiknya datang lebih awal sebelum lokasi ramai. Saat meliput dan ada yang menghalangi kita, jangan dilawan—ikuti aturan yang berlaku. Setelah kondisi mulai tenang, barulah secara perlahan maju untuk mendapatkan momen yang tepat,”ujar Arief di hadapan mahasiswa.
Melalui pemaparan materi dan diskusi langsung bersama para praktisi foto jurnalistik ini, mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan karya foto yang tidak hanya informatif, tetapi juga beretika serta sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.
(Reporter: Viola Destriyani Syara)







